Hilman Ajak Masyarakat Ubah Cara Pandang, Sampah Bernilai Ekonomi Lewat Bioaktivator Nitrobacter

TANGGAMUS – Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan Sosialisasi Pengembangan dan Pemanfaatan Bioaktivator Nitrobacter di Aula Berumpun Padi, Kecamatan Gisting, Rabu (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah dan sektor pertanian guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Syamdjuniston, S.H., M.M., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus Kemas Amin Yusfi, S.T., M.M., Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tanggamus Hilman, S.H., Ketua Pelaksana yang juga Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas DLH Tanggamus Adi Gunawan, S.E., M.M., serta sekitar 65 peserta yang terdiri dari pengurus TPS3R, aktivis lingkungan, pengurus BUMDes, kelompok tani, dan para pengelola sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan menghadirkan empat narasumber, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus Kemas Amin Yusfi, S.T., M.M., Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tanggamus Hilman, S.H., Suronoto, serta Yudisetiawan dari P4S Alam Tanggamus Madani.

Dalam sambutannya, Kepala DLH Kabupaten Tanggamus, Kemas Amin Yusfi, mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan melalui inovasi yang dapat diterapkan secara langsung.

Menurutnya, Bioaktivator Nitrobacter tidak hanya berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam pengelolaan sampah organik karena mampu mempercepat proses penguraian, menghilangkan bau tidak sedap, serta menghasilkan dekomposer yang efektif.

“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang hasil panen atau pupuk, tetapi juga tentang masa depan lingkungan. Melalui pemanfaatan Bioaktivator Nitrobacter, kami berharap masyarakat memiliki solusi yang lebih ramah lingkungan, baik dalam pengelolaan lahan pertanian maupun pengolahan sampah organik,” ujar Kemas.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tanggamus, Hilman, S.H., dalam paparannya menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah memerlukan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Menurut Hilman, perubahan pola pikir menjadi faktor utama agar sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, pemerintah pekon, komunitas, dan masyarakat. Ketika kita memiliki cara pandang yang sama bahwa sampah memiliki nilai ekonomis, maka sampah dapat diolah menjadi pupuk cair organik maupun berbagai produk kreatif yang memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” tegasnya.

Hilman menambahkan bahwa penggunaan Bioaktivator Nitrobacter merupakan salah satu teknologi yang efektif untuk mempercepat proses pengolahan sampah organik, menghilangkan bau dengan cepat, sekaligus menghasilkan dekomposer yang mampu meningkatkan kualitas kompos.

Ia berharap para peserta dapat menjadi pelopor di daerah masing-masing dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis lingkungan sekaligus mengembangkan ekonomi sirkular di tingkat desa.

Ketua Pelaksana kegiatan, Adi Gunawan, S.E., M.M., mengatakan bahwa sosialisasi tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga membangun kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam mengembangkan teknologi yang berpihak pada lingkungan.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya gerakan bersama dalam memanfaatkan Bioaktivator Nitrobacter sebagai solusi nyata bagi pertanian dan pengelolaan sampah yang sehat serta berkelanjutan. Harapan kami, seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan di wilayahnya masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Adi.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap pemanfaatan Bioaktivator Nitrobacter semakin dikenal dan diterapkan secara luas, tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga sebagai solusi efektif dalam pengelolaan sampah organik, mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Tanggamus.(defi)

Bagikan Ini Menarik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *