ALAK Meminta Kejari Tanggamus Mengusut Tuntas Sejumlah Korupsi di Beberapa OPD Pemerintah Tanggamus

TANGGAMUS – Masa aksi yang tergabung pada Aliansi Lembaga Anti Korupsi (ALAK) melakukan aksi demo di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus, pada Kamis, 11 Desember 2025.

Masa aksi mendorong dan menuntut Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan audit yang mendalam seta mengusut tuntas sampai dengan persidangan terhadap penyimpangan yang serius dan sistematis, serta pola KKN yang merugikan keuangan negara.

Aliansi Lembaga Anti Korupsi meminta APH mendalami kasus yang terjadi di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tanggamus yang saat ini sedang di selidiki Kejari tanggamus.

Sekretarian Dewan Kabupaten Tanggamus, pada belanja makan minum serta proyek kegiatan fisik dengan total anggaran miliyaran.

Dinas Perikanan Tanggamus, belanja barang untuk bantuan sosial kepada masyarakat yang melakukan budidaya ikan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus pada proyek pembangunan sekolah dengan paket senilai Rp.3,3 Miliar, Rp.3,1 Miliar dan Rp.2,3 Miliar.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, pada proyek rehab gedung puskesmas, pengadaan ambulance dan pengadaan alkes.

Selanjutnya belanja rutin Bagian umum Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Kominfo dan DPRD Kabupaten Tanggamus mengenai pemecahan paket.

Dan terakhir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang.

Usai melakukan aksi di halaman Kejari Tangggamus, 3 orang sebagai perwakilan pendemo akhirnya di terima masuk oleh kasi intelijen kejari tanggamus Deni Alfianto untuk menyampaikan tuntutannya.

Kasi intelijen Kejari Tanggamus Deni Alfianto menyampaikan, terima kasih kepada teman-teman masa aksi yang tergabung pada Aliansi Lembaga Anti Korupsi yang telah mempercayakan Kejari Tanggamus untuk memberantas Korupsi yang terjadi.

Selanjutnya, Deni Alfianto meminta Aliansi untuk melengkapi document serta membantu Kejaksaan untuk dapat melengkapi bukti-bukti serta data pendukung.

“Terima Kasih telah memberikan kepercayakan kepada Kejaksaan untuk memberantas Korupsi yang terjadi di Kabupaten Tanggamus, dan kami meminta teman-teman untuk membantu melengkapi document serta bukti-bukti dan data pendukung pada kasus yang menjadi tuntutan teman-teman aliansi,”ungkap Kasi Inteljen Kejari.

Selanjutnya Usai melakukan aksi dan diterima oleh Kejaksaan dalam hal ini Kasi intelijen, masa akhirnya membubarkan diri.(defi)

Bagikan Ini Menarik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *