Metro  

Hadiri Kongres Kebudayaan Indonesia, Disdikbud Metro Kembangkan Pemajuan Kebudayaan

METRO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro menghadiri Kongres Kebudayaan Indonesia yang digelar 23-27 Oktober 2023 di Kompleks Kemendikbud Ristek Dikti di Jakarta, Rabu (25/10).

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud Ristek Hilmar Farid mengatakan bahwa, tema yang diusung tahun ini yaitu ‘Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan’ yang menyiratkan makna atas relevansi setiap aksi berkesenian dan berkebudayaan dengan tetap mengakar pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.

“Tema tahun ini semakin relevan terkait urgensi perhatian masyarakat terhadap keselamatan bumi, dimana bidang kebudayaan juga dapat berkontribusi dalam persoalan pelestarian lingkungan,” kata Hilman.

Menurutnya, Kongres Kebudayaan ini juga akan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan dari bidang kebudayaan selama lima tahun, seperti capaian dan hambatan dalam kurun waktu tersebut.

“Kongres Kebudayaan tahun 2023 akan merumuskan dokumen rencana induk kemajuan kebudayaan memperkuat dan mengembangkan kebudayaan nasional sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan implementasi dokumen Strategi Kebudayaan yang diatur melalui Perpres No. 114 Tahun 2022,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Siti Rogayari Seprita menjelaskan Kongres yang dibuka oleh Mendikbud Ristek Dikti, Nadiem Makarim dihadiri oleh utusan dari seluruh Indonesia.

“Kota Metro diundang karena telah memiliki naskah Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang telah disusun sejak 2018 dan terus diperbaiki hingga saat ini,” tuturnya.

Pada Kongres Kebudayaan Indonesia kali ini, lebih dari 50 panel diskusi terkait berbagai tema kebudayaan.

“Karena banyak tema, kami mencoba fokus pada tema pemajuan kebudayaan, ruang budaya inklusif dan pengembangan cagar budaya sesuai dengan kebutuhan di daerah dalam rangka mendorong terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya,” ungkapnya.

Seprita menambahkan bahwa dari hasil riset Kemendikbud Ristek, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan adanya korelasi antara dimensi ekonomi budaya dengan penurunan tingkat kemiskinan.

“Semakin tinggi dimensi ekonomi budaya dalam indeks tersebut, di saat yang sama ditemukan adanya penurunan tingkat kemiskinan. Kemudian, semakin tinggi dimensi ketahanan sosial budaya dalam indeks tersebut ada korelasi dengan semakin tingginya kerukunan umat beragama,” katanya.

Sementara itu Ni Nyoman Wiwi Budiadnyani yang juga hadir mengatakan, Metro juga sebelumnya mengikuti Kongres Kebudayaan Indonesia pertama pada tahun 2018.

“Sejak saat itu, Kota Metro menyusun naskah PPKD yang terus diperbaiki hingga saat ini dan saat ini juga aktif mengembangkan cagar budaya dan mengkolaborasikan-nya dengan objek pemajuan kebudayaan lainnnya,” kata Ni Nyoman.

Diketahui, selain Kota Metro juga tampak hadir utusan dari kabupaten/kota di Provinsi Lampung, diantaranya; Lampung Timur, Lampung Barat, Way Kanan dan Bidang Kebudayaan Provinsi Lampung. (Msf)

Bagikan Ini Menarik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *