IRT Keluhkan Harga Bawang Merah Naik di Pasar

LAMPUNG BARAT – Harga jual bawang merah dipasar tradisional Liwa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) melonjak hingga dua kali lipat, yang semula hanya Rp.30.000 perkilogram (Kg) namun sekarang menjadi Rp.60.000 perkilo. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Pedagang bawang, Sutarno saat ditanya kenaikan yang cukup melonjak akibat gagal panen karena cuaca buruk beberapa hari belakangan ini membuat pasokan menjadi berkurang.

“Harga bawang mulai naik dari tiga hari belakangan ini, semula harga bawang merah diharga tiga puluh ribu rupiah, saat ini naik pesat dua kali lipat sampai enam puluh ribu rupiah,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan kenaikan harga bawang merah dipasar tradisional Liwa dikeluhkan para ibu rumah tangga (IRT), bukan hanya itu, para pedagang juga ikut mengeluh atas kenaikan harga bawang merah.

“Sebelumnya saya bisa menjual 100 kilo per pasaran, kini jumlah konsumen menurun akibat lonjakan tersebut,” keluhnya. Minggu, (05/02/2023).

Disisi lain, kenaikan itu dikeluhkan oleh para IRT, Suci salah satunya, saat ini dirinya terpaksa membeli bawang merah setengah dri biasanya.

“Iya mau gak mau tetap dibeli karena kebutuhan sehari hari, kalau tidak ada bawang merah rasa makanan tidak terasa,” katanya.

Ia juga mengatakan, seharusnya Pemerintah harus bisa mengatasi masalah saat ini, karena sebentar lagi kan memasuki puasa.

“Sebentar lagi kan kita akan memasuki bulan suci ramadhan, iya seharusnya pemerintah bisa menciptakan kondisi harga dipasaran agar tetap stabil,” pintanya. (Niel)

Bagikan Ini Menarik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *