LAMPUNG BARAT – Akibat fenomena alam (Mentilehan) di perairan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat (Lambar) beberapa hari belakang kian bertambah, menurut data terupdate Dinas Perikanan setempat kerugian petani ikan Keramba Jaring Apung (KJA) mencapai Rp 6.250.000.000.
Kepala Dinas Perikanan Perikanan Lambar Kamaludin mengatakan, jumlah kerugian tersebut diperoleh dari tim yang telah diturunkan untuk meninjau langsung kondisi terkini perairan danau ranau.
“Yang terdampak fenomena ‘Mentilehan’ di perairan Danau Ranau, Pekon (Desa) Kagungan Kecamatan Lumbok Seminung bertambah menjadi sebanyak 250 ton dengan estimasi kerugian mencapai Rp6.250.000.000,” ujar Kamaludin, Senin (16/01/2023).
Menurut Kamaludin, kondisi perairan danau ranau mulai stabil sejak Sabtu (14/01/2023) lalu, bahkan berdasarkan pantauan hari ini sudah tidak ada lagi ikan yang ditemukan mati mendadak disebabkan fenomena tersebut.
“Alhamdulilah untuk saat ini kondisi kadar oksigen di perairan Danau Ranau mulai berangsur normal saat ini kadar oksigen sudah di atas 3 dari sebelumnya yang bahkan dibawah 1 mg/L. Mudah-mudahan fenomena ini bisa berakhir dan kondisi perairan Danau Ranau bisa normal kembali,” kata Kamaludin.
Kamaludin menuturkan, sebanyak 150 pembudidaya ikan KJA yang terdampak, menggantungkan hidup mereka di perairan Danau Ranau tersebut dan permodalan mereka mayoritas di danai oleh biaya pinjaman diperbankan.
“Oleh karena itu kita dari Dinas akan memfasilitasi para pembudidaya agar diberikan keringanan waktu pengembalian oleh perbankan. Kita tinggal menunggu waktu untuk bisa berkoordinasi dengan pihak perbankan dan tim juga masih melakukan pendataan terhadap pembudidaya yang terdampak secara langsung,” tuturnya.
Kamaludin mengklaim, Lumbok Seminung merupakan wilayah yang terkenal sebagai sentra ikan nila di Lambar, produksi ikan nila di Lumbok dalam setahun bisa mencapai 6000 ton yang dijual ke berbagai daerah seperti Sumatera Selatan, Jakarta, Surabaya dan di Provinsi Lampung.
Untuk bangkai ikan lanjutnya, yang mati di olah sebagai pupuk dan pakan ikan lele juga patin, pengolahan bangkai ikan nila tersebut sebagai pupuk dan pakan ikan dinilai lebih efisien dan memiliki manfaat sehingga tidak akan berpengaruh terhadap lingkungan perairan. (Niel)












