Pernyataan Dinparekraf Tanggamus, Pasca Meninggalnya Dua Bocah di Destinasi Wisata Air Terjun Waylalan

TANGGAMUS – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dinparekraf) Kabupaten Tanggamus menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di destinasi wisata Air Terjun Way Lalaan, menyusul insiden meninggalnya dua anak akibat tenggelam.

 

Mei Zamzani Kepala Bidang Destinasi Dinparekraf Tanggamus mengatakan, pihaknya langsung turun ke lokasi sejak awal kejadian. Ia memastikan bahwa jajaran dinas, termasuk Kepala Dinas, berada di kawasan wisata saat peristiwa tersebut terjadi untuk memantau dan menangani situasi.

 

“Petugas pengamanan sebenarnya sudah ada dan langsung melakukan upaya penyelamatan pertama,” ujar Mei, Jumat (2/1/2025).

 

Ia menjelaskan bahwa selama ini Way Lalaan telah dilengkapi dengan petugas penjaga serta rambu-rambu peringatan dan batas aman di sejumlah titik. Namun demikian, hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa lokasi korban tenggelam berada di area yang belum masuk dalam titik pengawasan rutin petugas.

 

“Kondisi ini menjadi catatan penting bagi kami untuk memperbaiki pemetaan area rawan dan memperluas cakupan pengamanan,” katanya.

 

Sebagai bentuk empati, jajaran Dinparekraf bersama Bupati Tanggamus telah mengunjungi rumah duka dan menyerahkan santunan kepada keluarga korban. Pemerintah daerah menegaskan kehadirannya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas peristiwa tersebut.

 

“Ini musibah yang sangat memukul kami semua. Evaluasi akan kami lakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Mei.

 

Ia menambahkan, peristiwa ini menjadi momentum penting untuk memperkuat standar keselamatan di seluruh destinasi wisata yang dikelola Pemkab Tanggamus.

 

“Keselamatan pengunjung akan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan wisata ke depan,” pungkasnya.(defi)

Bagikan Ini Menarik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *