BANDAR LAMPUNG – Partai puncak Liga 4 Lampung 2026 antara TS Saburai Pesawaran dan Angonsaka Farmers Tanggamus di Stadion Pahoman, Jumat (13/2/2026), berakhir dengan insiden kericuhan. Laga tersebut dimenangkan Angon Saka Farmers Tanggamus dengan skor 1-0.
Sejak awal pertandingan, tensi kedua tim sudah tinggi. Adu fisik dan protes terhadap keputusan wasit mewarnai jalannya laga. Situasi memanas ketika terjadi adu mulut antar pemain di tengah lapangan yang kemudian berujung aksi saling dorong.
Kericuhan semakin membesar setelah salah satu pemain Angonsaka diduga melayangkan tamparan kepada pemain TS Saburai. Wasit yang memimpin pertandingan langsung mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan kartu merah kepada masing-masing pemain dari kedua tim yang terlibat insiden tersebut. Pertandingan sempat terhenti beberapa menit sebelum akhirnya dilanjutkan.
Di tengah tekanan pertandingan, Angonsaka FC berhasil mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus satu-satunya gol yang tercipta hingga laga berakhir.
Menjelang akhir pertandingan, TS Saburai sempat mencetak gol penyama kedudukan melalui situasi bola rebound di depan gawang. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena menilai terjadi posisi offside. Keputusan itu memicu protes keras dari pemain dan ofisial TS Saburai.
Setelah peluit panjang dibunyikan, suasana kembali memanas. Sejumlah pemain dan ofisial dilaporkan mengejar wasit hingga terjadi aksi pemukulan. Aparat kepolisian yang berjaga langsung mengamankan wasit dari amukan untuk mencegah kericuhan meluas. Beberapa penonton juga sempat turun ke lapangan sebelum akhirnya dapat dikendalikan.
Kabag Ops Polresta Bandar Lampung, Kompol I Made Indra Jaya, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut keributan terjadi akibat protes terhadap keputusan wasit.
“Iya memang ada keributan kecil. Pihak panitia meminta bantuan kepada kami. Ada protes pemain yang menuduh wasit curang sehingga terjadi keributan. Namun tidak berlangsung lama, wasit langsung kami amankan dan situasi segera terkendali,” ujarnya.
Polisi memastikan kondisi Stadion Pahoman berangsur kondusif setelah dilakukan pengamanan. Hingga kini belum ada laporan resmi terkait korban luka maupun kerusakan akibat insiden tersebut.
Meski diwarnai kericuhan, kemenangan tersebut memastikan Angon Saka Farmers Tanggamus keluar sebagai juara Liga 4 Lampung 2026 dan berhak melaju ke putaran nasional sebagai wakil Provinsi Lampung.(defi)












