Miris…..
Saat ini , kerusakan moral sudah sampai pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Dan itu terjadi pada berbagai usia, baik itu anak anak, remaja hingga orang dewasa telah terkena penyakit ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dan canggih inilah memberikan banyak dampak negatif dan postif bagi kehidupan bangsa kita.
Dampak positifnya kita dapat menggunakan teknologi canggih itu untuk mendapatkan informasi informasi dan pengetahuan lebih luas baik itu dalam negeri maupun luar negeri.
Tetapi tidak sedikit juga memiliki dampak negatif yang ditimbulkan sehingga moral bangsa kita yang dikenal baik, luntur secara perlahan lahan. Berbagai kasus moral telah menghiasai media massa, baik cetak atau elektronik seperti kasus yang sejak dulu tidak pernah berhenti diperbincangkan dan semakin membudaya di negeri ini yaitu pelecehan seksual, pornografi, dan penyalahgunaan narkoba.
Masa kini, seperti kasus kasus tersebut menjadi permasalahan yang terkesan biasa dalam masyarakat kita sekarang , bahkan terkesan tidak tabu dan tidak mengejutkan lagi.
“hampir setiap hari, kita disodorkan cerita dan berita, yang menurut banyak kalangan” memilukan, bahkan tragis untuk “harus dibaca” .
Cerita pilu yang sepatutnya tidak terjadi .
Miris ….. lagi
Saat ini, kerusakan moral sudah sampai pada kondisi yang sangat memprihatinkan.
Dan itu terjadi pada berbagai usia, baik itu anak anak, remaja hingga orang dewasa telah terkena penyakit ini.
Kenakalan remaja mendominasi setiap saat. Entah itu perkelahian antar “gank” atau narkotika bahkan menjurus kepada perbuatan pidana.
Belum lagi kasus amoral yang melibatkan orang dewasa, bahkan terdidik.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dan canggih, dan akibat inilah memberikan banyak dampak negatif dan postif bagi kehidupan bangsa kita.
Dampak positifnya kita bisa menggunakan teknologi canggih itu untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan lebih luas baik itu dalam negeri maupun luar negeri.
Tetapi tidak sedikit juga dampak negatif yang ditimbulkan sehingga moral bangsa kita yang selama ini dikenal baik, sopan, santun, lenyap secara perlahan.
Maraknya aplikasi pornografi dan situs situs porno , telah merasuki akhlak masyarakat . Berbagai kasus moral telah menghiasai media massa, baik cetak atau elektronik seperti kasus yang sejak dulu tidak pernah berhenti diperbincangkan dan semakin membudaya di negeri ini yaitu pelecehan seksual, pornografi, dan juga penyalahgunaan narkoba.
Ataukah memang ada yang salah…
Lagi lagi Miris ….
Saat ini, kasus kasus seperti disampaikan diatas, yang terkesan biasa di masyarakat kita sekarang bahkan terkesan tidak tabu dan tidak megejutkan lagi.
Nah …. miris sekali …
Permasalahan moral di Indonesia semakin hari semakin bertambah baik dari segi kualitas atau dari segi lainnya.
Berbagai upaya yang telah dilakukan terus menerus oleh pemerintah untuk memberantas atau mengurangi kasus kasus moral yang terjadi di negara kita ini.
Dibentuknya LPAI dan sejenisnya menggambarkan kepedulian Pemerintah terhadap Ibu dan anak . Karena kedua kelompok ini yang sangat rentan terjadi tidak pidana moral , seperti KDRT , Pelecehan dan lain lain sejenisnya .
Terus dibuatnya undang undang yang mengatur masalah kehidupan manusia namun belum mendapatkan hasil yang mememuaskan. Adanya lembaga lembaga negara yang menangani atau mengatur kasus-kasus tersebut ternyata belum menjadi senjata yang mampu membinasakan kasus moral di negeri kita ini.
Upaya lain yang bisa ditempuh diantaranya melakukan gerakan besar besaran yang melibatkan banyak elemen masyarakat, banyak yang tergabung dalam partai partai politik, organisasi massa, lembaga lambaga masyarakat, atau perkumpulan perkumpulan lainnya.
Sungguh Miris …..
Untuk memberantas berbagai kasus moral yang tumbuh dan berkembang pesat dan menjadi ancaman yang menakutkan bagi negara kita ini dapat dilakukan dan digerakkan oleh kepemimpinan yang bersih dan berwibawa.
Semangat dan jiwa yang bersih dapat menjadi pemicu dalm melakukan gerakan pemberantasan berbagai kasus-kasus moral tersebut.
Alternatif lain yang dapat ditempuh yaitu melalui pendidikan baik secara formal, informal, atau nonformal. Misalnya dengan menerapkan pembelajaran moral dalam dunia pendidikan.
Memang sudah ada Pendidikan Moral Pancasila, tetapi tidak teraplikasi secara benar ditengah masyarakat. Jangan terjadi, pengetahuan digital mengalahkan prinsip prinsip moral yang tertanam di lembaga keluarga, lembaga pendidikan, bahkan lembaga masyarakat. Semua berperan menurut tingkatannya.
Dan tak perlu pesimis…., barangkali upaya inilah, dan berbekal berbagai kasus moral yang terjadi di negara kita ini dapat diminimalisir meski membutuhkan waktu yang panjang.
Tentu kita tak perlu berucap Miris lagi ….
Untuk memberantas berbagai kasus moral yang tumbuh dan berkembang pesat dan menjadi ancaman yang menakutkan bagi masyarakat dan negara kita ini dapat dilakukan dan digerakkan oleh kepemimpinan Nasional dan daerah yang bersih dan konsen terhadap perbaikan moral.
Semangat dan jiwa yang bersih dapat menjadi pemicu dalm melakukan gerakan pemberantasan berbagai kasus kasus moral tersebut.
Alternatif lain yang dapat ditempuh yaitu memperbanyak pendidikan baik secara formal, informal, atau nonformal. Misalnya dengan menerapkan pembelajaran moral dalam dunia pendidikan atau dengan menambahkan jam pelajaran tersebut.
Dengan upaya inilah barangkali berbagai kasus moral yang terjadi di negara kita ini dapat diminimalisir meski membutuhkan waktu yang panjang.
Cerita dan cerita diatas , yang telah digambarkan , bahwa alternatif lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi berbagai kasus moral sekarang ini, maka pembelajaran moral dalam dunia pendidikan menjadi sangat penting untuk menata kepribadian diri seseorang melalui nilai nilai moral , agar tidak melakukan hal yang dapat merusak moral seseorang sehingga menjadi pribadi yang baik.
Peran serta keluarga menjadi sangat penting, kepedulian, perhatian keluarga tentu menjadi basis moral yang utama.
Jangan biarkan moral merusak masa depan anak, bahkan sangat mungkin akan menghancurkan keluarga secara perlahan.
“ku anfusakum wa ahlikum nara”
Selamatkan semua anak generasi muda kita dari kehilangan akhlak.
Tabik Pun
Semoga kita tak miris membacanya












