PRINGSEWU – Mewabahnya Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dusun 04/RT 12, Pekon Lugusari, Pagelaran,Pringsewu hingga sebabkan 22 orang terjangkit kurang dari sebulan, diduga karena kurangnya perhatian dari pihak Puskesmas Bumiratu dan Dinas Kesehatan kabupaten setempat
Diberitakan sebelumnya, Pj. Penanggulangan Penyakit (P2) Puskesmas Bumiratu, Sidik menyatakan, dana untuk penanggulangan pencegahan penyakit di Puskesnya untuk Tahun 2024 sudah habis terpakai pada Maret lalu.
Saat dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Pringsewu terkait wabah DBD dan dana penanganan penanggulangan pencegahan penyakit di Puskesmas Bumiratu yang dikonfirmasi telah habis, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Hadi Mochtarom mengatakan pihaknya belum mengetahui hal tersebut karena belum menerima laporan.
“Pihak kami tidak tahu kalau ada kasus DBD di Pekon Lugusari karena tidak ada laporan dari pihak Puskesmas Bumiratu, ” ujar dr.Hadi Mochtarom kepada wartawan SKH Analis, Rabu (26/06/2024).
Didepan wartawan Analis, Hadi Mochtarom menghubungi Ka. UPT Puskesmas Bumiratu, Ida Sundari via telephon menanyakan perihal kebenaran wabah DBD di Pekon Lugusari.
Melalui sambungan telephon Ida Sundari, menyatakan pihak Puskes juga belum mendapat laporan terkait hal tersebut. “Kalaupun ada, dana untuk penanganan penanggulangan pencegahan penyakit DBD di Puskesmas tinggal satu kasus lagi dari dana untuk 20 kasus yang kami dapat, “jawab Ida Sundari.
“Jangan bicara masalah dana kalau ada kasus lagi nanti minta aja ke dinas, nanti pihak dinas akan memberikan dananya, ” jawab dr. Hadi Mochtarom pada Ida Sundari.
Menurut Hadi, Pihak kesehatan tidak akan melakukan Fogging apa bila tidak ada laporan dari masyarakat yang membawa bukti cek darah dari laboratorium yang menyatakan terjangkit penyakit DBD.
“Kalau memang benar ada yang terjangkit DBD, silahkan dilaporkan dan dibawa bukti dari lab atau rumah sakit yang menyatakan benar terkena DBD, ” tukas Hadi.
Diberitakan sebelumnya, Mewabahnya penyakit DBD di Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu yang menjangkit kurang lebih 20 orang dalam waktu kurang dari sebulan diduga disebabkan karena kurang cepatnya penanganan atau pencegahan dari pihak terkait dalam hal ini UPT Puskesmas Bumiratu.
Kepala Pekon Lugusari, Sarjono mengatakan, pihak pekon saat masih sedikit yang terjangkit DBD sudah mengutus kepala dusun (Kadus) 04/RT 12, Sutowo menemui bidan desa Ratna Purnama Dewi untuk segera melaporkan ke UPT Puskes setempat guna melakukan Fogging.
“Sudah diinformasikan mas, tapi kata bidan desa di Puskes sendiri dananya sedang kosong, bidan desa malah menganjurkan warga untuk iuran guna melakukan fogging mandiri,” ujar Kakon Lugusari.
Padahal menurut Sarjono, wabah DBD telah menjadi momok setiap tahun, sangat disayangkan jika dana penanggulangan di Puskes bisa sampai kosong.
Saat akan dikonfirmasi terkait masalah tersebut, mewakili Kepala UPT Puskesmas Bumiratu, Ida Sundari yang sedang tidak berada di tempat, Penanggungjawab Penanggulangan Penyakit (Pj P2) Puskesmas Bumiratu, Sidik membenarkan dana penanggulangan penyakit di Puskes untuk tahun 2024 sudah kosong.
“Tahun ini, kami hanya mendapatkan alokasi dana penanggulangan untuk 20 kasus, dan telah terpakai pada Maret lalu, ” kaga Sidik.
Menurut Sidik, pihaknya ingin mengajukan kembali dana untuk penaggulangan penyakit khususnya DBD, namum prosesnya tidak mudah.
Fogging akhirnya dilaksanakan dengan menggunakan dana dari Pekon yang dibantu oleh Hartono Rosady, SE warga pekon setempat yang juga menjabat sebagai DPRD Pringsewu dari Fraksi PAN.(Yono)












