Metro – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) menyebut realisasi Pajak Asli Daerah (PAD) kota Metro tahun 2023 mencapai 99,98% dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 285 Miliar.
Hal tersebut disampaikan, Kepala BPPRD Kota Metro, Syachri Ramadhan melalui Sekretaris BPPRD kota setempat, Mirza Marta Hidayat saat dikonfirmasi di ruangannya, Senin (5/2/2024).
Dijelaskannya, target realisasi PAD tahun 2023 ialah Rp. 285.039.798.994,76 dan hanya terealisasi sebesar Rp. 284.984.654.754,58 yang apabila di presentase hanya sebesar 98,98%.
Menurutnya, presentasi tersebut terbilang menurun ketimbang tahun 2022 dimana realisasi PAD Metro mencapai 103,35%.
“Ya itu meski presentasinya turun namun terdapat kenaikan target dimana pada tahun 2022 itu hanya Rp. 232 juta lalu pada tahun 2023 target naik menjadi Rp. 285 Juta,” ungkapnya.
Meski demikian, BPPRD Kota Metro terus melakukan upaya pemaksimalan pendapatan baik dari sektor retribusi maupun pada sektor pajak. Dimana BPPRD Kota Metro telah banyak meluncurkan aplikasi pembayaran online dan juga program jemput bola ke masyarakat.
“Jadi, sudah banyak ya upaya, kita juga sudah buka pelayanan di Mall Pelayanan Publik (MPP) sehingganya mempermudah masyarakat yang hendak melakukan pembayaran pajak,” terangnya.
Tak hanya itu, BPPRD juga kerap menerapkan kebijakan pengurangan denda ataupun pemberian stimulus bagi wajib pajak yang ada di Kota Metro.
“Banyak ya, kita juga masih menerima pengurangan nilai pajak bagi wajib pajak yang kurang mampu, dengan melaporkan dirinya kepada petugas BPPRD ini,” terang dia.
Oleh karenanya, Mirza menghimbau kepada seluruh wajib pajak yang ada di Kota Metro untuk segera melakukan pembayaran pajak baik dilakukan secara manual (ke Kantor pelayanan) ataupun secara online.
“Karenakan kita tahu sendiri pembayaran pajak dari masyarakat ini lah yang akan digunakan untuk berbagai kepentingan yang ada di Bumi Sai Wawai, baik dalam pembangunan sumberdaya manusianya ataupun pembangunan infrastrukturnya,” pungkasnya. (Msf)












