100 Guru Tubaba Dibekali Bimtek, Wujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak

ANALIS.CO, TULANGBAWANG BARAT – Sebanyak 100 Guru atau Tenaga Kependidikan di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), mendapatkan pembekalan berupa Bimbingan Teknis (Bimtek).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMPN 24 Tubaba, Rabu (02/11/2022). Yang turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), dan Narasumber Fasilitator Nasional SRA Ibu Bekti Prastyani dan Bapak Ahmad Asari.

Kepala Disdikbud Tubaba, Budiman Jaya, menyampaikan Bimtek yang diberikan merupakan Bimtek tentang Konvensi Hak Anak (KHA), Sekolah Ramah Anak (SRA), Disiplin Positif dan Mekanisme Penanganan Kasus dalam rangka Mewujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak Bagi Tenaga Pendidik di Lingkup Pemerintah Daerah Tubaba.

“Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan selama dua hari sampai besok, dan bagi para peserta yang terdiri dari 70 perwakilan SD dan 30 perwakilan SMP baik Guru atau bahkan jika ada unsur Kepala Sekolah, saya minta dapat mengikuti Bimtek ini dengan seksama untuk diimplementasikan di lingkungan Sekolah masing-masing.” Jelasnya.

Lanjut dia, Bimtek ini penting, sehingga kita fasilitasi, karena SRA juga merupakan bagian daripada kurikulum Merdeka Belajar dan menjadi unsur penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Tujuan utama Bimtek ini adalah peningkatan kompetensi Tenaga Pendidik khususnya pada tingkat SD dan SMP dalam mewujudkan dan mencapai Satuan Pendidikan Ramah Anak dengan ditandai lingkungan Sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.” Terangnya.

Sementara itu, Kepala DPPPA Tubaba, Munyati, didampingi Kabid Pemenuhan Hak Anak, Sulistyoningsih, menyampaikan bahwa pelaksanaan atau implementasi SRA di Tubaba masih belum maksimal.

“Dalam evaluasi penilaian masih terlihat minimnya tenaga pendidik yang terlatih dalam hal SRA dan KHA yang ada di Tubaba. Untuk itu, penyelenggaraan Bimtek pada hari ini, diharapkan mampu memberi peningkatan kompetensi Tenaga Pendidik dalam mewujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak dan pemenuhan KHA tersebut.” Ujarnya.

Program KLA ini merupakan program Nasional yang diperlukan kerjasama berbagai pihak dalam menjalankan pembangunan yang berorientasi pemenuhan hak dan kewajiban anak guna memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Kita targetkan untuk tahun mendatang penilaian KLA Tubaba dapat meningkat dan naik menjadi Predikat Madya, serta penerapan SRA di Sekolah-sekolah juga dilaksanakan dengan optimal dan dapat segera mengajukan standarisasi penilaian SRA, “pungkasnya. (Ian/*)

Bagikan Ini Menarik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *